Penelitian terbaru mungkin akan menjelaskan mengapa galaksi yang sangat besar cenderung memiliki lubang hitam di tengah-tengahnya.
Selama ini, para peneliti astronomi terus bertanya, mana yang lebih dulu ada: lubang hitam atau bintang yang mengitarinya?
Seperti dikutip dari laman The Telegraph, Selasa 1 Desember 2009, sebuah observasi di jarak lima miliar tahun cahaya dari bumi mungkin akan memberikan jawaban. Objek penelitian ini, quasar, sumber energi lubang hitam raksasa yang aktif.
Tak ada benda luar angkasa yang selamat dari gravitasi jika dekat lubang hitam ini. Peneliti menemukan materi yang berputar di pinggir lubang hitam, memancarkan energi radiasi yang cukup besar.
Radiasi dari quasar memancar saat alam semesta berumur lebih tua sepertiga lebih dari sekarang.
Para ahli astronomi juga menemukan lubang hitam ini berbeda dengan yang lainnya. Lubang satu ini disebut 'naked (telanjang)' dan tidak terletak di tengah-tengah sebuah galaksi. Meski demikian, ada galaksi lain yang dekat dan menjadi 'rekan' lubang ini dan menciptakan bintang-bintang baru dengan tingkat produksi, 350 matahari per tahun.
Galaksi ini benar-benar aktif, super panas, memancarkan energi partikel yang sangat tinggi, dan gas sangat cepat, keluar dari quasar.
Peneliti percaya material yang terbentuk akan menjadi memasok bahan untuk membuat galaksi. Sehingga, quasar ini membentuk galaksinya sendiri. Tahap akhir, quasar diharapkan berada di tengah-tengah galaksi.
''Dua obyek ini (galaksi dan quasar) akan menyatu di masa depan. Quasar bergerak dengan kecepatan ribuan kilometer per jam. Dan jarak keduanya tersisa hanya 22 ribu tahun cahaya saja," kata Kepala peneliti David Elbaz dari CEA research institute, Saclay, Perancis.
Mochi Exito
Rabu, 26 Januari 2011
Galaksi Bimasakti
Teman-teman, selain ada tata surya yang terdiri dari planet dan matahari, ada juga tata bintang atau sering disebut galaksi. Galaksi adalah pengelompokan bintang terbesar di alam semesta. Ada berbagai macam galaksi, contohnya adalah Andromeda dan Bimasakti.
Nah, Bumi tempat kita tinggal, terletak di Bimasakti. Galaksi Bimasakti merupakan rumah bagi planet bumi, anggota tata surya dan, 200 bintang lainnya. Sebagai rumah dari planet dan bintang-bintang, galaksi Bimasakati berukuran sangat besar. Diameternya saja mencapai 100 ribu tahun cahaya. Massa atau beratnya antara 750 miliar hingga satu triliun massa matahari.
Bentuk galaksi Bimasakti itu seperti spiral yang melingkar. Pada bagian tengahnya terlihat lingkaran cahaya yang lebih terang dibandingkan sekilingnya. Cahaya tersebut dinamakan Halo. Sedangkan bagian pinggirnya berbentuk seperti cakram.
Lingkaran cahaya atau Halo itu berisi bintang-bintang tua. Lalu bagian cakramnya berisi gas, debu dan bintang-bintang muda. Matahari yang selalu menyinari Bumi kita itu ternyata dianggap bintang muda, karena umurnya baru lima miliar tahun.
Cakram dari galaksi Bimasakti dinamakan konstelasi. Cakram Bimasakti dibagi dua bagian yaitu cakram mayor dan cakram minor. Cakram mayor terdiri dari Perseus, Sagitarius, Centaurus, dan Cygnus. Sedangkan sistem tata surya kita berada di cakram minor, yang bernama Orion.
Teman-teman pasti penasaran ingin melihat langsung tata bintang di angkasa. Saat liburan nanti pergi saja ke Planetarium, Jakarta. Selain bisa melihat gambaran galaksi Bimasakti, kalian juga akan mendapatkan banyak ilmu astronomi.
Nah, Bumi tempat kita tinggal, terletak di Bimasakti. Galaksi Bimasakti merupakan rumah bagi planet bumi, anggota tata surya dan, 200 bintang lainnya. Sebagai rumah dari planet dan bintang-bintang, galaksi Bimasakati berukuran sangat besar. Diameternya saja mencapai 100 ribu tahun cahaya. Massa atau beratnya antara 750 miliar hingga satu triliun massa matahari.
Bentuk galaksi Bimasakti itu seperti spiral yang melingkar. Pada bagian tengahnya terlihat lingkaran cahaya yang lebih terang dibandingkan sekilingnya. Cahaya tersebut dinamakan Halo. Sedangkan bagian pinggirnya berbentuk seperti cakram.
Lingkaran cahaya atau Halo itu berisi bintang-bintang tua. Lalu bagian cakramnya berisi gas, debu dan bintang-bintang muda. Matahari yang selalu menyinari Bumi kita itu ternyata dianggap bintang muda, karena umurnya baru lima miliar tahun.
Cakram dari galaksi Bimasakti dinamakan konstelasi. Cakram Bimasakti dibagi dua bagian yaitu cakram mayor dan cakram minor. Cakram mayor terdiri dari Perseus, Sagitarius, Centaurus, dan Cygnus. Sedangkan sistem tata surya kita berada di cakram minor, yang bernama Orion.
Teman-teman pasti penasaran ingin melihat langsung tata bintang di angkasa. Saat liburan nanti pergi saja ke Planetarium, Jakarta. Selain bisa melihat gambaran galaksi Bimasakti, kalian juga akan mendapatkan banyak ilmu astronomi.
Langganan:
Postingan (Atom)